Ekspor kopi gayo pada caturwulan pertama 2014 melonjak tajam dibandingkan 2013. Volume ekspor kopi Gayo dari Januari hingga April 2014 rata-rata mencapai 519,3 ton per bulan atau senilai USD8,1 juta. Sementara, volume ekspor kopi gayo pada 2013 rata-rata hanya 383,6 ton per bulan dengan total nilai ekspor mencapai USD276,5 juta.
GErakan koPI nusanTAra
Adalah gerakan penyokong petani kopi Nusantara didalam mengenalkan, mengembangkan dan memasarkan KOPI sebagai kekayaan nusantara.
GEPITA menyajikan gratis bagi semua orang yang ingin merasakan kenikmatan rasa kopi nusantara melalui KONTRIBUTOR, baik di lokasi kontributor maupun di lokasi dimana event yang menyertakan GEPITA.
Anda bisa berpartisipasi sebagai member atau sebagai kontributor.
Showing posts with label Gerai Hijau. Show all posts
Showing posts with label Gerai Hijau. Show all posts
Thursday, December 15, 2016
AS Impor Kopi Gayo Besar-besaran, Efek World Cup?
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Wednesday, December 14, 2016
Kopi Grade Berapakah Yang Anda Minum?
Kalau Anda minum kopi di kafe-kafe, secangkir espresso dijual dengan harga selangit. Boleh
jadi, bahan bakunya adalah grade 1. Sebaliknya,
jika Anda minum kopi kemasan dengan harga cukup murah, sangat mungkin bahan
bakunya berasal dari biji kopi grade
4b, grade 5, atau grade 6.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Monday, December 12, 2016
Legenda Kopi di Ethiopia
Kopi bukan tanaman baru. Bahan baku minuman penyegar ini mulai dikenal suku Galla di Afrika Timur 1.000 tahun Sebelum Masehi (SM). Tahun 5 Masehi, kopi mulai meluas ke pelosok Ethiopia yang dikenal dengan Legenda Tarian Kambing.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Tuesday, December 6, 2016
Kopi Robusta dan Kopi Arabika
Di dunia perkopian, dikenal 2 spesies kopi yang cukup popular di lidah para pengopi. Ada kopi spesies robusta dengan nama latin Coffea robusta lindl, dan ada juga spesies arabika yang bernama latin Coffea arabica lindl. Kedua spesies kopi ini tumbuh di kawasan tropis pada ketinggian yang berbeda. Karakter, cita rasa, dan kandungan kafein kedua spesies kopi itu juga berbeda.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Sunday, December 4, 2016
Musim Hujan Musim Tanam Kopi
Musim hujan adalah musim yang paling dinantikan oleh para petani. Musim hujan memberi harapan akan panen yang melimpah, dan jadi saat yang paling tepat untuk mulai menanam tanaman baru. Itulah musim yang berbulan-bulan ditunggu oleh petani kopi di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah sebab musim hujan adalah musim yang dapat mempercepat proses masaknya buah kopi.
Di samping itu, musim hujan juga adalah musim yang paling tepat memulai rehabilitasi tanaman kopi yang telah tua dan rusak. Persiapan untuk itu sudah dilakukan oleh sejumlah petani kopi di Dataran Tinggi Gayo.
Pada bulan Januari lalu, para petani kopi telah menggali lubang tanam di ladangnya. Memasuki bulan Agustus, galian itu ditutup dengan tanah subur sekaligus ditambah pupuk organik. Lahan sudah siap tanam. Begitu memasuki bulan September, mereka mulai memobilisasi ratusan polybag bibit kopi dari tempat pembibitan.
Di samping itu, musim hujan juga adalah musim yang paling tepat memulai rehabilitasi tanaman kopi yang telah tua dan rusak. Persiapan untuk itu sudah dilakukan oleh sejumlah petani kopi di Dataran Tinggi Gayo.
Pada bulan Januari lalu, para petani kopi telah menggali lubang tanam di ladangnya. Memasuki bulan Agustus, galian itu ditutup dengan tanah subur sekaligus ditambah pupuk organik. Lahan sudah siap tanam. Begitu memasuki bulan September, mereka mulai memobilisasi ratusan polybag bibit kopi dari tempat pembibitan.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Wednesday, November 30, 2016
Kopi Sebelum Olahraga
Mengonsumsi kopi sebelum berolahraga mampu membakar lemak
lebih banyak. Riset Kevin J Acheson dari Pusat Penelitian Nestle, Swiss, pada
2011 menunjukkan konsumsi kafein 8 mg/kg bobot badan sebelum berolahraga mampu
meningkatkan laju metabolisme tubuh hingga 16%. Selain itu, terjadi peningkatan
pembakaran lemak meskipun tidak signifikan. Penelitan yang terungkap dalam The
American Journal of Clinical Nutrition menyatakan konsumsi 150 gram kafein
sebelum latihan mengurangi kelelahan dan meningkatkan kemampuan fisik sebesar
12,4%. Menurut Acheson, kafein melepaskan lemak dari jaringan adiposa sehingga
lemak lebih mudah dibakar.
JOIN NOW!!!
(Sumber: Majalah
Trubus edisi 532 – Maret 2014/XLV)
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Tuesday, November 29, 2016
Bantaeng Bangun Pusat Industri Kecil Kopi
Pemerintah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, berencana membangun pusat industri kecil-menengah atau IKM kopi di daerah itu. Hal ini untuk memberikan nilai tambah bagi komoditas perkebunan daerah sekaligus mendongkrak harga jual biji kopi petani.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bantaeng Syamsu Alam dalam penutupan program Agroforestry and Forestry (Agfor) wilayah Sulawesi di Bantaeng, Senin (28/11). "Pusat industri kecil-menengah kopi itu akan dibangun tahun depan," ujarnya.
Hal itu dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bantaeng Syamsu Alam dalam penutupan program Agroforestry and Forestry (Agfor) wilayah Sulawesi di Bantaeng, Senin (28/11). "Pusat industri kecil-menengah kopi itu akan dibangun tahun depan," ujarnya.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Monday, November 28, 2016
Kopi Aman Untuk Jantung
Minuman berkafein belum tentu menyebabkan jantung berdebar atau palpitasi. Demikian ungkap Tim peneliti University of California, San Fransisco, Amerika Serikat. Design & Trend edisi 1 Februari 2016 menyebutkan riset melibatkan 1.388 orang sehat, yang dipilih secara acak dari database 6 ribu pasien dari National Heart, Lung and Blood Institute (NHLBI) Cardiovascular Health Study. Dari 1.388 orang tersebut, 840 orang atau 61 persennya setiap hari mengonsumsi minuman berkafein, setiap satu atau dua kali sehari. Minuman berkafein itu termasuk kopi, teh dan cokelat. Para peserta juga diberi perangkat portabel yang digunakan untuk memantau irama jantung mereka setiap hari. Ternyata selama proses 12 bulan lamanya, peneliti membuktikan, melalui data detak jantung pada peserta, minuman berkafein tidak berpengaruh terhadap palpitasi.
JOIN NOW!!!
(Sumber: Majalah
Dokter Kita Plus, edisi 01-April 2016)
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Kopi Bondowoso Tembus Pasar Dunia
Kopi dari Bondowoso, Jawa Timur, menembus pasar dunia. Tahun ini, petani berhasil mengekspor 1.900 ton arabika ke Amerika Serikat, Asia, dan Eropa. Mereka juga menjual di pasar lokal dengan harga tinggi.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso Muhammad Erfan, Senin (28/11), mengatakan, tahun ini ada 1.900 ton kopi rakyar yang diekspor. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 1.500 ton. Kopi yang diproduksi petani Bondowoso adalah kopi arabika dari perkebunan Ijen-Raung. Kopi tersebut dijual dalam bentuk biji kering.
Menurut Erfan, permintaan ekspor kopi bisa mencapai 4.000 ton, tetapi petani baru bisa memproduksi 1.900 ton kopi spesial. Bondowoso kini memperluas lahan perkebunan dengan memanfaatkan hutan produksi milik PT Perhutani seluas 13.500 hektar untuk meningkatkan ekspor di tahun mendatang.
Perluasan di antaranya di Kecamatan Sempol, Megasari, Pakem, Maesan, dan Botolinggo. Petani yang nanti akan menanam dan merawat kopi tersebut Perhutani mendapatkan bagi hasil 30 persen dari panen petani. ”Tahun depan, kami targetkan panen kopi 2.500 ton. Dengan demikian, jumlah kopi yang diekspor bisa meningkat,” kata Erfan.
Sejumlah petani yang berhasil menembus ekspor bersemngat untuk meningkatkan produksi dan mutu kopi. Ketua Koperasi Rejotani di Bondowoso, Suyitno mengatakan, petani kini disiplin memetik kopi yang benar-benar merah. Mereka juga memproses kopi dengan lebih teliti dun hati-hati agar aroma kopi tidak hilang. Harga biji kopi kualitas ekspor bisa mencapai 25.000 per kg atau 10 kali lebih tinggi ketimbang biji kopi asalan (petik hijau). Para petani juga kian rajin memasarkan kopi dalam bentuk siap seduh untuk pasaran lokal.
Mat Hosen, petani kopi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, mengatakan, dulu dirinya hanya menjual dalam bentuk biji basah. "Harga yang saya terima hanya 12.500 per kg. Kini, setelah saya olah, harga kopi meningkat jadi Rp 185.000 per kg dalam bentuk bubuk," ujarnya.
Pemkab Bondowoso selama empat tahun terakhir intensif melatih petani untuk memproduksi kopi siap seduh. Peningkatan nilai jual kopi diharapkan bisa mendongkrak perekonomian petani.
Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bondowoso Muhammad Erfan, Senin (28/11), mengatakan, tahun ini ada 1.900 ton kopi rakyar yang diekspor. Jumlah itu meningkat dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 1.500 ton. Kopi yang diproduksi petani Bondowoso adalah kopi arabika dari perkebunan Ijen-Raung. Kopi tersebut dijual dalam bentuk biji kering.
Menurut Erfan, permintaan ekspor kopi bisa mencapai 4.000 ton, tetapi petani baru bisa memproduksi 1.900 ton kopi spesial. Bondowoso kini memperluas lahan perkebunan dengan memanfaatkan hutan produksi milik PT Perhutani seluas 13.500 hektar untuk meningkatkan ekspor di tahun mendatang.
Perluasan di antaranya di Kecamatan Sempol, Megasari, Pakem, Maesan, dan Botolinggo. Petani yang nanti akan menanam dan merawat kopi tersebut Perhutani mendapatkan bagi hasil 30 persen dari panen petani. ”Tahun depan, kami targetkan panen kopi 2.500 ton. Dengan demikian, jumlah kopi yang diekspor bisa meningkat,” kata Erfan.
Sejumlah petani yang berhasil menembus ekspor bersemngat untuk meningkatkan produksi dan mutu kopi. Ketua Koperasi Rejotani di Bondowoso, Suyitno mengatakan, petani kini disiplin memetik kopi yang benar-benar merah. Mereka juga memproses kopi dengan lebih teliti dun hati-hati agar aroma kopi tidak hilang. Harga biji kopi kualitas ekspor bisa mencapai 25.000 per kg atau 10 kali lebih tinggi ketimbang biji kopi asalan (petik hijau). Para petani juga kian rajin memasarkan kopi dalam bentuk siap seduh untuk pasaran lokal.
Mat Hosen, petani kopi di Desa Sukorejo, Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, mengatakan, dulu dirinya hanya menjual dalam bentuk biji basah. "Harga yang saya terima hanya 12.500 per kg. Kini, setelah saya olah, harga kopi meningkat jadi Rp 185.000 per kg dalam bentuk bubuk," ujarnya.
Pemkab Bondowoso selama empat tahun terakhir intensif melatih petani untuk memproduksi kopi siap seduh. Peningkatan nilai jual kopi diharapkan bisa mendongkrak perekonomian petani.
JOIN NOW!!!
(Sumber: Kompas 29 Nov 2016)
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Kopi Hentikan Perambahan Hutan
Di lembah Pegunungan Bukit Barisan
Sumatera, cerita kopi arabika tak hanya soal cita rasa dan aroma dalam segelas
minuman. Kopi sukses mengubah petani yang semula dicap "perambah"
keluar meninggalkan kawasan hutan. Mereka menjadi pejuang pemulih alam.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Tuesday, November 22, 2016
Masyarakat Antusias Budidayakan Kopi
Tumbuhnya industri hilir kian mendorong antusiasme masyarakat Kerinci dalam membudidayakan kopi arabika. Sejumlah varietas berkembang di penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat. Budidaya kopi organik itu dikembangkan masyarakat melalui pengelolaan berbasis agroforest yang mendorong reforestasi. Tampak penjemuran kopi arabika di Desa Sungai Lintang, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, Jambi, Selasa (22/11).
Tumbuhnya industri hilir efektif mengangkat antusiasme masyarakat untuk membudidayakan kopi arabika. Kurang dari lima tahun terakhir, penanaman baru kopi arabika sudah lebih dari 2.000 hektar areal di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Monday, November 21, 2016
Sumatera Barat Perluas Budidaya Kopi Arabika
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memperluas lahan budidaya
kopi arabika hingga 400 hektar untuk memproduksi kopi dengan kualitas
speciality dan premium di tiga kabupaten, yakni Agam, Tanah Datar, dan
Limapuluh Kota. Upaya itu dilakukan untuk mengejar target ekspor 18 ton kopi
arabika dengan dua kualitas itu pada akhir 2017.
Kepala Dinas Pertanian Sumbar Fajarudin, di Padang, Senin
(14/11), mengatakan, perluasan lahan di Agam dilakukan di Nagari Lasi,
Kecamatan Candung. Adapun di Tanah Datar berada di Kecamatan Salimpaung,
sedangkan Kabupaten Limapuluh Kota di Kecamatan Situjuh Lima Nagari. Total
petani di ketiga wilayah itu 160 orang.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Bikin Kopi Dengan Hati Dijamin Lebih Enak
Memilah milih biji kopi untuk membuat secangkir kopi yang
enak boleh-boleh saja. Tapi untuk menjadi sebuah minuman kopi yang enak, tak
hanya tergantung pada pilihan biji kopinya, tapi juga pada hati si pembuatnya.
Papar Erbe Sentanu, penulis buku best seller Quantum Ikhlas yang juga Duta Kopi
Gayo tahun 2013.
Menurut Erbe, suasana hati sangat berpengaruh pada hasil
dari apa pun yang kita kerjakan, termasuk membuat secangkir kopi. "Ketika
hati kita bahagia, maka energi kebahagiaan itu akan ikut mengalir melalui saraf
jemari kita menuju ke apa pun yang kita sentuh atau pegang," katanya. Itu
sebabnya, sentuhan ibu yang sedang senang akan dirasakan berbeda oleh bayinya
dengan ketika si ibu sedang marah.
Sementara itu, pakar kopi dan blogger, Toni Wahid, berbagi
tentang kopi "gelombang ketiga" alias third wave coffee. Ia mengajak
untuk menghargai dan mensyukuri kopi yang dimiliki oleh Indonesia dengan mulai
membuat kopi sendiri di rumah, mulai dari menggiling dan menyeduhnya.
Istilah third wave coffee muncul untuk menandai sebuah fase
mulai tertariknya para peminum kopi terhadap kopi itu sendiri. Mereka lebih
peduli dari biji kopinya, proses pengolahan hingga penyajian, termasuk ritual
minumnya. Jadi, bukan asal minum dan asal pilih kopi. "Kalau first wave
mengedepankan pemasaran, sementara third wave mengedepankan kopi itu
sendiri," papar Toni.
JOIN NOW!!!
(Sumber: Majalah
Healthylife, edisi 11/XIII, Oktober 2015)
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Wednesday, November 16, 2016
Fakta Unik Kafein
Kafein ternyata dikategorikan sebagai salah satu makanan yang baik untuk otak, lho. Hal ini dikarenakan kafein memiliki fungsi untuk memberikan energi, meningkatkan kewaspadaan, membantu lebih fokus dan meningkatkan konsentrasi, membantu tetap terjaga, walau bersifat sementara. Tapi jangan mengonsumsi berlebihan karena akan membuat gelisah.
Fakta unik yang kedua adalah ternyata jika Anda ingin gampang tidur siang, minumlah kopi. Sebuah studi yang dilakukan di Jepang menunjukkan, orang yang mengonsumsi sekitar 200 mg kafein (satu atau dua cangkir kopi) dan kemudian segera tidur siang selama 20 menit merasa lebih waspada dan menunjukkan hasil bagus dalam tes komputer. Hasil ini lebih baik dibandingkan mereka yang hanya tidur siang tanpa didahului minum kopi.
Bagaimana mungkin? Tidur siang 20 menit yang dilakukan para responden berakhir begitu kafein bekerja dan memblokade molekul yang disebut adenosine hormon yang memicu tubuh untuk tidur. “Saat adenosine meningkat, kita akan merasa kelelahan. Tidur siang bakal meredam adenosin, sehingga jika dikombinasi dengan kafein maka akan mengurangi rasa lelah dan menambah efek manfaat dari tidur siang," jelas Allen Towfigh, MD, Direktur Medis New York Neurology and Sleep Medicine.
Fakta unik yang kedua adalah ternyata jika Anda ingin gampang tidur siang, minumlah kopi. Sebuah studi yang dilakukan di Jepang menunjukkan, orang yang mengonsumsi sekitar 200 mg kafein (satu atau dua cangkir kopi) dan kemudian segera tidur siang selama 20 menit merasa lebih waspada dan menunjukkan hasil bagus dalam tes komputer. Hasil ini lebih baik dibandingkan mereka yang hanya tidur siang tanpa didahului minum kopi.
Bagaimana mungkin? Tidur siang 20 menit yang dilakukan para responden berakhir begitu kafein bekerja dan memblokade molekul yang disebut adenosine hormon yang memicu tubuh untuk tidur. “Saat adenosine meningkat, kita akan merasa kelelahan. Tidur siang bakal meredam adenosin, sehingga jika dikombinasi dengan kafein maka akan mengurangi rasa lelah dan menambah efek manfaat dari tidur siang," jelas Allen Towfigh, MD, Direktur Medis New York Neurology and Sleep Medicine.
JOIN NOW!!!
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Tuesday, November 15, 2016
Manfaat Kafein Yang Tak Banyak Diketahui
Masih mengantuk dan ingin mendapat tambahan energi di pagi hari? Biasanya kopi yang dicari. Ingin begadang? Pasti kopi juga yang akan dicari pertama kali. Memang selama ini kopi dicari karena mengandung kafein yang memiliki kemampuan menahan kantuk. Kafein bekerja menghambat kerja reseptor A2A yang bertanggungjawab atas rasa kantuk. Ketika reseptor ini diganggu, rasa kantuk pun hilang.
Selain
sebagai penghilang kantuk, kafein juga memiliki beberapa manfaat yang tak
banyak diketahui, antara lain:
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Inilah Alasan Untuk Tidak Mengonsumsi Kopi Instan
Segala yang instan belum tentu baik. Oleh karena itu, kopi instan seringnya tak dianjurkan untuk dikonsumsi.
Kemunculan
kopi instan adalah pada first wave era, dimana pada masa itu industri kopi
sedang tergila-gila dengan sesuatu yang praktis dan mudah. Dan pada masa itu
masih berkecamuk Perang Dunia sehingga kelahiran kopi instan disambut sangat
baik oleh para tentara yang membutuhkan konsumsi kafein di medan perang. Kopi
instan menjadi idola pada masanya dan masih menjadi salah satu kopi yang banyak
dikonsumsi.
Masyarakat
Indonesia dan juga dunia masih banyak yang mengonsumsi kopi instan dikarenakan
efisiensi waktu dan juga rasanya yang katanya enak. Tapi tahukah Anda kopi
instan bukanlah kopi yang baik untuk dikonsumsi secara terus menerus? Berikut
adalah alasan untuk tidak mengonsumsi kopi instan:
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Monday, November 14, 2016
Menikmati Kopi Hitam
Kopi hitam adalah bentuk penyajian kopi yang paling sederhana karena kopi hitam merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun. Kopi hitam cenderung terasa pahit, hal itu lah yang menyebabkan beberapa orang tidak bisa menikmati kopi hitam. Ada beberapa langkah awal agar kita bisa menikmati sajian kopi hitam.
- Untuk hasil kopi yang tidak terlalu pahit, pilihlah biji kopi yang disangrai light to medium. Single origin yang diroasting baik, akan memberikan aneka flavor yang mengagumkan.
- Menyeduh kopi pada suhu terlalu panas menyebabkan kafein yang terlarut cepat dan banyak, ini adalah salah satu faktor mengapa kopi menjadi pahit. Untuk itu disarankan, seduhlah kopi pada suhu ± 89°C, dan tunggu 3-5 menit agar suhu pada kopi menjadi tidak terlalu panas (± 60°C), kemudian Anda baru bisa menikmatinya.
- Cobalah berbagai jenis kopi. Dengan mencoba berbagai jenis kopi maka Anda akan tahu kopi apa yang cocok dengan selera Anda.
- Sebagai catatan tambahan, jangan tergesa-gesa saat menikmati sajian kopi hitam. Menikmati kopi hitam bukanlah bertujuan untuk menghilangkan haus, melainkan untuk menikmati rasa dan aromanya. Oleh sebab itu takaran kecil sebaiknya dipilih saat menikmati kopi hitam.
Salah
satu kopi yang cocok untuk disajikan sebagai kopi hitam adalah KOPIARABICA GAYO. Selamat
menikmati.
JOIN NOW!!!
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Kopi Tumpang Sari dari Tlahab
Warga Desa Tlahab, Temanggung, Jawa Tengah, memanen
berton-ton kopi di tengah hamparan tanaman tembakau. lnilah contoh proyek
tumpang sari dan konservasi lahan yang berhasil. Di belakang kesuksesan itu,
ada seseorang bernama Tuhar.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Jalur Kopi ‘Bergerigi’ di Lereng Telomoyo
Jalur kereta api
berpenampang gerigi, antara Stasiun Jambu dan Stasiun Bedono, di Kabupaten
Semarang, Jawa Tengah, bukan cuma langka karena hanya dimiliki tiga negara di
dunia. Rel itu juga jadi saksi jejak sejarah perdagangan hasil bumi di
perbukitan Kedu utara. Kini jalur itu dihidupkan lagi guna memantik wisata
sekaligus romansa.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Kerja Keras Petani Kopi Papua
Dua tahun lalu, Maksimus Lani mampir ke sebuah kedai kopi
modern di Jakarta. Ia memesan secangkir kopi arabika wamena. Ia kaget bukan kepalang
begitu tahu harga secangkir kopi wamena mencapai Rp 100.000.
Labels:
Gepita,
Gerai Hijau,
Gerai Hijau Online,
Gerakan Kopi Nusantara,
Kopi,
Kopi Aceh,
Kopi Arabica,
Kopi Gayo,
Kopi Gerai Hijau,
Kopi Robusta,
Makanan Organik,
Makanan Sehat,
Produk Organik,
Produk Sehat
Subscribe to:
Posts (Atom)